Imunisasi melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit berbahaya seperti campak, polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan TBC berat.
Mengapa penting?
Imunisasi melindungi anak secara individu dan juga melindungi masyarakat (kekebalan kelompok), termasuk bayi yang belum cukup umur untuk diimunisasi. Wabah campak dan difteri bisa muncul kembali bila cakupan imunisasi turun.
Hal yang perlu diketahui orang tua
- Imunisasi rutin tersedia gratis di posyandu dan puskesmas
- Jadwal dan catatan imunisasi ada di buku KIA
- Demam ringan, rewel, atau bengkak di bekas suntikan adalah reaksi wajar dan biasanya hilang dalam 1–2 hari
- Anak yang terlambat imunisasi tetap bisa mengejar ketinggalan (imunisasi kejar)
Kapan harus ke dokter?
⚠️ Hubungi tenaga kesehatan bila setelah imunisasi anak demam tinggi, kejang, menangis terus-menerus lebih dari 3 jam, atau muncul reaksi alergi seperti sesak dan bengkak di wajah.
Artikel ini berisi informasi kesehatan umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter dan tenaga kesehatan. Dalam keadaan darurat, hubungi 112 atau 119.