Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan keluhan, sehingga banyak penderitanya tidak sadar. Padahal hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.
Kapan disebut hipertensi?
Seseorang dikatakan hipertensi bila tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg pada beberapa kali pengukuran. Tekanan darah normal umumnya di bawah 120/80 mmHg.
Faktor risiko
- Usia bertambah dan riwayat keluarga
- Konsumsi garam berlebihan
- Kegemukan dan kurang gerak
- Merokok dan konsumsi alkohol
- Stres berkepanjangan
Cara mencegah dan mengendalikan
- Batasi garam maksimal 1 sendok teh (5 gram) per hari
- Perbanyak sayur dan buah
- Aktif bergerak 30 menit sehari
- Jaga berat badan ideal
- Berhenti merokok
- Ukur tekanan darah secara rutin
- Minum obat sesuai resep dan jangan berhenti sendiri walau merasa sehat
Kapan harus ke dokter?
⚠️ Segera ke IGD bila tekanan darah sangat tinggi (≥180/120 mmHg) disertai nyeri kepala hebat, nyeri dada, sesak, gangguan penglihatan, atau lemah separuh badan.
Artikel ini berisi informasi kesehatan umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter dan tenaga kesehatan. Dalam keadaan darurat, hubungi 112 atau 119.